Latar Belakang
Tambak di Kelurahan Keputih, Surabaya mengalami penurunan kualitas air akibat sedimentasi dan tingginya kandungan partikel tersuspensi. Kondisi ini meningkatkan nilai Total Suspended Solid (TSS), kekeruhan, serta memengaruhi kandungan klorofil-a dan suhu permukaan air yang penting bagi budidaya udang dan bandeng. Penelitian ini memanfaatkan citra Landsat-8 dan Google Earth Engine (GEE) untuk memantau kualitas perairan tambak secara spasial dan efisien. Validasi dilakukan menggunakan sensor turbidity berbasis IoT guna memperoleh hasil yang lebih akurat dan mendukung pengelolaan tambak berkelanjutan.
Parameter
Peta Kualitas Air
Suhu permukaan air diukur dari Band Thermal 10 (10.8 μm) dengan koreksi emissivitas. Thermal sharpening DisTrad meningkatkan resolusi dari 30m menjadi 15m.
Padatan tersuspensi dihitung dari surface reflectance Band 4 dengan persamaan eksponensial. DOS1 atmospheric correction diterapkan untuk hasil yang akurat.
Klorofil-a dihitung dari rasio Band 1 dan Band 2 yang menunjukkan tingkat produktivitas fitoplankton di perairan tambak.
Koreksi atmosfer DOS1, masking berbasis NDWI, dan pansharpening Brovey untuk hasil optimal dengan resolusi 15m.
Our Team
Analisis melalui klorofil-a, TSS, dan SST.
5016231023
5016231037
5016231048
5016231067
5016231119